keberadaan koran harian di era teknologi

 
TEKNOLOGI DAN INDUSTRI MEDIA : KEBERADAAN KORAN HARIAN DI ERA TEKNOLOGI

    Jurnalistik tidak akan pernah mati sampai kapanpun hanya saja ia menyesuaikan dengan zaman yang mengubah bentuknya dari media cetak hingga media online. Perubahan tersebut mengakibatkan perubahan bagian dalam bentuk format, dan struktur.
Jurnalistik media cetak dipengaruhi 2 faktor .yakni verbal dan visual .verbal sangat menekankan pada kemampuan kita memilih dan menyusun kata dalam rangkaian kalimat dan paragraf yang efektif dan komunikatif. Visual menunjukan pada kemampuan kita dalam menata, menempatkan, mendesain tata letak atau hal-hal yang menyangkut segi perwajahan.
Media cetak masih mampu mempertahankan pembacanya di tengah-tengah pergeseran minat baca dari cetak ke digital. Koran masih menjadi pilihan utama pembaca dan pandapatan iklan koran relatif tetap dari tahun ke tahun.
Menurut survey Nielsen Consumer & Media View (CMV) kuartal III 2017 yang dilakukan di 11 kota dan mewawancara 17.000 responden, saat ini media cetak (termasuk koran, majalah dan tabloid) memiliki penetrasi sebesar 8 persen dan dibaca oleh 4,5 juta orang. Dari jumlah tersebut, 83 persennya membaca koran. Televisi masih merajai dengan penetrasi 96 persen atau dilihat 52,8 juta orang sementara radio 37 persen atau 11,9 juta orang.
Alasan utama para pembaca masih memilih koran adalah karena nilai beritanya yang dapat dipercaya. “Elemen trust terhadap konten tentu berpengaruh terhadap iklan yang ada di dalamnya. Sehingga keberadaan koran sebagai media beriklan sangat penting untuk produk yang mengutamakan unsur trust misalnya produk perbankan dan asuransi,” ujar Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Nielsen Media, dalam siaran persnya. Dengan semakin berkembangnya teknologi, pembaca media cetak juga menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 65 persen pembaca media cetak mengakses internet melalui smartphone dan menghabiskan waktu dengan internet hampir 3 jam setiap harinya.
Hal ini juga terlihat dari tingginya penetrasi kepembacaan digital di beberapa kota di pulau Jawa seperti, area Bandung dan sekitarnya (25 persen), Surakarta (22 persen), Yogyakarta dan sekitarnya (19 persen), Semarang dan sekitarnya (12 persen) serta Jakarta dan sekitarnya (11 persen). Sementara itu, di luar pulau Jawa, kebanyakan pembaca masih lebih banyak membaca dalam bentuk cetak.
Hal menarik lainnya adalah, versi digital mampu menjangkau pembaca dari Generasi Z dengan rentang usia 10-19 tahun (17 persen). Mereka adalah konsumen media masa depan.
Berbicara tentang konten media, pada kenyataannya konten muatan lokal masih menarik perhatian para pembaca di beberapa kota di Indonesia, baik yang dibaca melalui media cetak ataupun yang diakses di media online. Seperti di Makassar, sebanyak 80 persen konsumen membaca konten lokal melalui koran dan 60 persen mengakses konten lokal melalui internet. Di Surakarta, 54 persen konsumen membaca konten lokal melalui koran dan 36 persen mengaksesnya melalui Internet.
Awalnya , Koran harian sangat diminati masyarakat apalagi untuk golongan orang tua. Makin kearah teknologi jaman sekarang minat baca menjadi berkurang. Sehingga, ketika memasuki tahap teknologi ini minat pembaca kembali tinggi karena akses yang mudah dan dapat dinikmati dengan mudah dan gratis hanya dengan alat elektronik dan internet semua infotmasi sudah bisa di akses.

Berhadapan dengan media jaman sekarang, apakah yang harus dilakukan media cetak agar pembaca tidak mudah berpindah begitu saja ke media online ? ya disini lah mereka harus beradaptasi. Menyuguhkan apa yang pembaca inginkan serta dapat memanjakan pembaca melalui media online.

Sudah diakui, keberadaan surat kabar di era digital ini dapat membantu pengelola media dalam mengurangi biaya yang selama ini keluar dari surat kabar cetak. Apalagi, biaya surat kabar edisi cetak jauh lebih mahal, jika dibanding dengan surat kabar media online.

Masyarakat jaman sekarang sudah dimanjakan dan diajak untuk serba instan, gratis dan mudah untuk diakses. Sehingga mereka tidak perlu repot lagi untuk membeli koran atau media cetak lainnya dengan menggunakan teknologi jaman sekarang kita sudah bisa mengaksesnya di manapun dan kapanpun

Terdapat ancaman sekaligus keuntungan di era digital seperti ini. Kemajuan teknologi era digital mendorong pemilik media berpikir ekstra. Media cetak yang tidak mengikuti zaman harus bersiap – siap akan kepunahan dan menjadi fosil. Orang tak lagi hanya membaca berita di media cetak, lewat siaran televisi dan radio, tapi lewat komputer personal, laptop, handphone serta gadget lainnya.

Tetapi walaupun media cetak sudah semakin hilang kabarnya, di beberapa negara baik itu negara maju atau pun negara berkembang khusus golongan yang sudah lanjut usia, media cetak masih dimininati dikarenakan keterbatasan mereka mengenai pengetahuan teknologi jaman sekarang. Media cetak tidak punah hanya saja ia berkembang serta masih memproduksi walaupun dalam jumlah yang sedikit.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknologi dan Industri Media: Majalah dan Buku

perkembangan teknologi analog ke konvergensi media