Teknologi dan Industri Media: Majalah dan Buku


Teknologi dan Industri Media: Majalah dan Buku

Sejarah majalah dan buku
MAJALAH
Majalah yang paling awal adalah majalah Erbauliche Monaths-Unterredungen (1663-1668) diterbitkan oleh Jhonn Rist, seorang teolog dan penyair dari Hamburg jerman. Majalah berisi tentang sastra dan filsafat
Di Inggris perkembangan majalah dimulai pada 1704 yaitu Daniel Defoe yang menerbitkan sebuah Review yang berbentuk seperti majalah dan surat kabar, ukuran halamannya kecil, terbit tiga kali dalam seminggu. Defoe berperan sebagai pemilik, penerbit, editor sekaligus sebagai penulisnya
Benjamin Franklin adalah orang yang mempelopori adanya majalah di Amerika. Pada tahun 1740, Benjamin menerbitkan sebuah majalah yaitu General Magazine.
TIME diterbitkan pada 3 maret 1923, dengan Joseph G. Cannon, anggota DPR AS di sampulnya. TIME terbit lebih awal dari pesaing-pesaingnya, sekaligus menciptakan format majalah berita mingguan. Ia didirikan pada 1923 oleh Britton Hadden dan Henry Luce. Keduanya telah pernah bekerja sama semasa di Yale, menjadi editor dan ketua Yale Daily News.
Perkembangan majalah di Indonesia (pra kemerdekaan). Majalah berbahasa dan beraksara Jawa, Soeara Muhammadijah, terbit di Yogyakarta sejak tahun 1915. Dalam salah satu edisinya memuat keterangan  singkat agama Islam. Sedekah atau selamatan tetukon dan ngelmi sejati, dan Majalah mingguan “Adil” yang terbit di Surakarta 1930 yang dipimpin oleh Soerono Wirahab tahun 1930.
Perkembangan majalah di Indonesia (Pasca kemerdekaan) Pada tahun kemerdekaan Indonesia yaitu 1945 terdapat majalah yang terbit dipimpin oleh Markoem Djojohadisoeparto dan diprakarsai oleh Ki Hajar Dewantara yaitu majalah Pantja Raja di Jakarta. Selain itu, di Ternate terbit majalah mingguan Menara Merdeka yang diterbitkan oleh Arnold Monoutu dan Dr Hassan Missouri Oktober 1945 berisi berita-berita dari Radio Republik Indonesia. Tadjib Ermadi juga menerbitkan majalah berbahasa Jawa yaitu Djojobojo dan di Blitar terdapat juga majalah berbahasa Jawa saat itu yaitu Obor (Suluh).



BUKU
Mesir adalah salah satu yang menjadi awal dari sejarah buku. Bermula dari penulisan dikertas (papyrus) 2400 SM. Kertas papyrus yang ditulis kemudian digulungkan inilah yang menjadi awal dari buku.
Selain mesir, romawi juga menggunakan papyrus untuk membuat tulisan. Panjang papyrus terkadang mencapai puluhan meter. Bahkan yang terpanjang mencapai 450 meter (British museum London)
Kesulitan menggunakan gulungan papyrus di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. Perubahan itu selaras dengan
fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Dengan akalnya, manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. Maka, pada awal abad pertengahan Gulungan diganti oleh codex.
Kesulitan menggunakan gulungan papyrus di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. Perubahan itu selaras dengan
fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Dengan akalnya, manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. Maka, pada awal abad pertengahan Gulungan diganti oleh codex.
Sebagai tindak lanjut penemuan kertas, penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari  dunia perbukuan. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg. Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna, yakni pencetakan offset, yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20.
Di Indonesia, awalnya bentuk buku masih berupa gulungan daun lontar. Daun Lontar yang sudah ditulisi lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku, sampai penemuan mesin cetak buku oleh Guttenberg.
Pasca penemuan mesin cetak oleh Guttenberg Menurut Ajib Rosidi (sastrawan dan mantan ketua IKAPI), secara garis besar, usaha penerbitan buku di Indonesia dibagi dalam tiga jalur, yaitu usaha penerbitan buku pelajaran, usaha penerbitan buku bacaan umum (termasuk sastra dan hiburan), dan usaha penerbitan buku agama. Pada masa penjajahan Belanda, penulisan dan penerbitan buku sekolah dikuasai orang Belanda. Kalaupun ada orang pribumi yang menulis buku pelajaran, umumnya mereka hanya sebagai pembantu atau ditunjuk oleh orang Belanda.
Sekitar tahun 1950-an, penerbit swasta nasional mulai bermunculan. Sebagian besar berada di pulau Jawa dan selebihnya di Sumatera. Pada awalnya, mereka bermotif politis dan idealis. Mereka inginmengambil alih dominasi para penerbit Belanda yang setelah penyerahan kedaulatan di tahun 1950masih diijinkan berusaha di Indonesia.Pada tahun 1955, pemerintah Republik Indonesia mengambil alih dan menasionalisasi semua perusahaan Belanda di Indonesia. Kemudian pemerintah berusaha mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha penerbitan buku nasional dengan jalan memberi subsidi dan bahan baku kertas bagi para penerbit buku nasional sehingga penerbit diwajibkan menjual buku-bukunya dengan harga murah.
.




Karakteristik Buku, dan Majalah
 Karakteristik Buku Buku itu tidak selalu bertemakan non-fiksi , tapi buku juga ada yang berisi fiksi. Buku mempunyai ukuran tertentu yang membedakannya dengan penyatuan kertas bertulisan lainnya, tetapi tetap berukuran yang mudah untuk digenggam atau dibawa-bawa oleh seseorang. Tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Penerbitan buku itu lebih flexible dan tidak terikat, maksudnya tidak terikat itu tidak harus terbit setiap hari, setiap minggu, dll.

Karakteristik Majalah Majalah merupakan media cetak yang terbit secara berkala, tetapi bukan terbit setiap hari. Majalah sekurang-kurangnya memiliki sejumlah halaman tertentu dan mempunyai nama rubrik yang berbeda-beda pada setiap isi majalah. Rubrik itu berisi penjabaran tentang suatu masalah maupun peristiwa yang dikelompokkan menurut jenisnya.

Cover itu bagaikan “wajah” dari majalah dan harus dibuat semenarik mungkin agar orang-orang tertarik untuk melihat dan membacanya. Karakteristik majalah :
a.Penyajian lebih dalam
b.Nilai aktualitas lebih lama
c.Gambar atau foto lebih banyak
d. sebagai daya tarik Penggolongan majalah itu dibagi dalam bebrapa kategori, yaitu ditujukan untuk anak-anak, wanita, pria dewasa, atau untuk pembaca umum dari remaja sampai dewasa.

 
Kegunaan Buku, dan Majalah
A. Kegunaan Buku Tujuan dari buku itu hanyalah untuk menyatukan ilmu pengetahuan tertentu agar terkumpul dalam satu tempat sehingga mudah ditemukan dan dipelajari. Buku tidak hanya berisi tentang ilmu pengetahuan saja. Diantaranya ada buku novel, buku komik, buku cerita, dll. Buku tersebut selain berisi tentang informasi, juga sebagai media hiburan bagi seseorang yang ingin me-refresh
 otaknya dengan membaca buku fiksi

C. Kegunaan Majalah Dengan majalah, kita bisa mendapatkan informasi yang lebih spesifik. Maksudnya, bila majalah itu diterbitkan khusus untuk wanita, tentunya isi dari majalah itu khusus untuk wanita.





 
PENUTUP

Kesimpulan
Buku, dan majalah itu sama-sama media cetak yang menjadi sumber informasi pengetahuan. Tetapi terdapat perbedaan terhadap duq media tersebut. Dalam penulisan buku, cenderung lebih monoton. Identiknya, buku itu berisi full text meskipun terkadang terdapat gambar untuk mendukung pemaknaan dalam isi bacaan tersebut. Juga dalam penerbitannya, waktu untuk buku terbit itu flexible, maksudnya tidak terikat harus terbit setiap hari, minggu, bulan, dll. Tetapi buku itu diterbitkan tergantung kebijakan penerbitnya, dan terkadang tergantung kepada permintaan konsumennya

 Majalah berisi informasi yang lebih spesifik, sehingga kita sebagai pembaca bisa lebih mudah untuk memilih majalah yang berisi informasi yang diperlukannya. Jika majalah itu menyusung tema tentang ibu dan anak, pastilah konten dari majalah tersebut adalah informasi seputar ibu dan anak. Cover  menjadi nilai jual yang paling utama bagi majalah. Oleh karena itulah, cover depan setiap majalah dibuat sebagus dan semenarik mungkin, agar orang-orang tertarik untuk melihatnya dan penasaran akan isi didalamnya

 
DAFTAR PUSTAKA
·         https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwj23-ubpKfgAhUGgI8KHdqeCPQQFjADegQIBxAC&url=http%3A%2F%2Ffikom.mercubuana-yogya.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2015%2F10%2Fbuku-dan-majalah.ppt&usg=AOvVaw04qR9VWgIP1RtJrJBMr7BC
link
yehezkiel15.blogspot.com





Komentar

Postingan populer dari blog ini

keberadaan koran harian di era teknologi

perkembangan teknologi analog ke konvergensi media