FILM
FILM
Pengertian.
Gambar bergerak (Film) adalah bentuk dominan
dari komunikasi massa visual di belahan dunia. Lebih dari ratusan juta orang
menonton film di bioskop, film televise dan film video laser setiap minggunya .
Industri film adalah industri bisnis . predikat ini telah menggeser anggapan
orang yang masih meyakini bahwa film adalah karya seni, yang di produksi secara
kreatif dan memenuhi imajinasi orang-orang yang bertujuan memperoleh estetika
(keindahan)yang sempurna . meskipun pada kenyataannya adalah bentuk karya seni,
industri film adalah bisnis yang memberikan keuntungan , kadang-kadang menjadi
mesin uang yang seringkali, demi keluar dari kaidah artistik film itu sendiri .
Sejarah
Film.
Film atau motion
pictures ditemukan dari hasil pengembangan prinsip – prinsip fotografer dan
proyektor. Film yang pertama kali diperkenalkan kepada publik Amerika Serikat
adalah The Life of an American Fireman
dan film The Great Train Robbery yang dibuat oleh Edwin S Porter pada tahun
1903(Hiebert,Ungurait,Bohn). Tetapi film The Great Train Robbery yang masa
putarnya hanya 11 menit dianggap sebagai film cerita pertama karena telah
menggambarkan situasi secara ekspresif, dan menjadi peletak dasar teknik
editing yang baik.Tahun
1250, ditemukan sebuah kamera bernama OBSCURA.Tahun 1250-1895,
disebut dengan masa pra sejarah film karena itu merupakan masa dimana terdapat
penemuan" baru yg disebabkan obsesi" besar orang eropa, contohnya
terciptanya sebuah alat yang bisa merekam gerak (yang hingga kini digunakan
untuk membuat sebuah film).Tahun 1895, dikenal sebagai tahun dimana awal adanya
sebuah sinema, karena pada tanggal 28 Desember 1895, untuk pertama kalinya
dalam sejarah perfilman, sebuah film cerita dipertunjukkan di depan umum. Film
ini dibuat oleh Lumiere bersaudara, Lumiere Louis (1864-1948) dan Auguste
(1862-1954), inventor terkenal asal Perancis dan pelopor industri perfilman.
Tempat pemutaran film itu adalah di Grand Cafe di Boulevard des Capucines,
Paris. Sekitar 30 orang dating dengan dibayar untuk menonton film-film pendek
yang mempertunjukkan kehidupan warga Perancis. Sesungguhnya, pada awal 1885,
telah diproduksi gambar bergerak pertama namun, film karya Lumiere bersaudara
yang dianggap sebagai film sinema yang pertama. Judul film karya mereka adalah
“Workers Leaving the Lumiere Factory.” Pemutaran film ini di Grand Cafe
menandai lahirnya industri perfilman.
Perfilman
di Indonesia.
Dari catatan sejarah
perfilman di Indonesia, film pertama yang diputar berjudul Lady Van Java yang
di produksi di Bandung pada tahun 1926 oleh David. Pada tahun 1927/1928 Krueger
Corporationmemproduksi film Eulis Atjih,
dan sampai tahun 1930, masyarakat disuguhi film Lutung Kasarung,Si Conat dan
Pareh,film film tersebut merupakan film bisu dan diusahakan oleh orang orang
Belanda dan Cina.
Film bicara yang pertama berjudul Terang
Bulan yang dibintangi oleh Roekiyah dan R.Mochtar berdasarkan naskah seorang
penulis Indonesia Saerun. Pada saat perang Asia Timur Raya di penghujung tahhun
19441,perusahaan perfilman yang diusahakan oleh orang Belanda dan Cina itu berpindah tangan kepada
pemerintah Jepang ,diantaranya adala NV.Multi Film yang diuah namanya menjadi Nippon Eiga Sha ,
yang selanjutnya memproduksi film feature dan film documenter. Jepang telah
memanfaatkan film untuk media informasi dan propaganda. Namun, tatkala bangsa
Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaan, maka pada tanggal 6 Oktober 1945
Nipon Eiga Sha diserahkan secara resmi
kepada Pemerintah Republic Indonesia.
Funsi
Film.
Seperti
halnya televise siaran, tujuan khalayak menonton film terutama adalah ingin
memperoleh hiburan. Akan tetapi dalam film dapat terkandung fungsi informative
maupun edukatif,bahkan persuasif . Hal ini pun sejalan dengan misi perfilman
nasional sejak tahun 1979,bahwa selain sebagai media hiburan,film nasional
dapar digunakan sebagai media edukasi untuk pembinaan generasi muda dalam
rangka nation and character building (Effendy, 1981:212)
Fungsi edukasi dapat tercapai apabila
film nasional memproduksi film – film sejarah yang objektif,atau film
documenter dan film yang diangkat dari kehidupan sehari-hari secara berimbang.
Karakteristik Film.
FILM, secara sederhana dapat
didefinisikan sebagai: CERITA yang DITUTURKAN kepada PENONTON melalui RANGKAIAN
GAMBAR BERGERAK. Dari definisi tersebut, kita mendapatkan empat elemen penting,
yang akan dibahas dalam celotehan singkat ini yaitu:
1.
CERITA
2.
DITUTURKAN
3.
PENONTON, dan
4.
RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK.
Cerita
sebenarnya bisa dikisahkan melalui berbagai media, seperti novel, drama
panggung, dan sebagainya. Menuturkan cerita melalui film tentusaja berbeda
dengan apabila kita menuturkan cerita melalui novel misalnya. Oleh karena itu,
pertama-tama kita harus memahami karakteristik film.
A.
Film menggunakan UNSUR GAMBAR sebagai SARANA UTAMA untuk menyampaikan
informasi.
Sebagaimana yang kita ketahui, dalam
sejarahnya, film adalah kesinambungan dari fotografi. Pada mulanya film masih bisu,
baru kemudian unsur suara melengkapi unsur gambar. Gambar dan
suara, keduanya secara bersama-sama menceritakan cerita
pada penonton. Keduanya mengandung apa yang dinamakan
ekspresi. Kita melihat gambar dan mendengar suara. Bahwa film bisu mampu
bercerita tanpa unsur suara memberikan kepada kita satu
pengertian, gambar mencukupi untuk mengisahkan cerita. Bertutur
menggunakan media film adalah pertama-tama bertutur visual. Dengan demikian,
apabila kita ingin menuturkan cerita melalui film, maka kita harus BERFIKIR
VISUAL. Artinya, berfikir bagaimana suatu informasi akan disampaikan dalam
bentuk GAMBAR.
Referensi
·
Ardianto, Elvinaro dkk. 2015. Komunikasi Massa
Suatu Pengantar. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Komentar
Posting Komentar